Selasa, 09 Juni 2020

TAQDIR


Takdir...Bawalah aku pada lembah sunyi, yang jauh dari manusia.aku ingin jauh dari kata dengki, agar aku tak selalu mencemburu.Bawalah aku hingga aku hanya bersamamu saja. Menukar nasib dengan duduk bersila khusyu’ menghadapNya.Tutuplah mataku dari pandangan indah mempesona, yang seketika menghapus ingatan tentang indahnya pergulamanku denganNya.Lempar aku pada masa Ibrahim dan sifat tangguhnya, yang selalu bersabar saat ditempa dan dibebani.Berikan sekat dan jarak antara aku dan rasa malu, supaya aku bisa berjalan di tengah ramainya dunia.

Takdir....Jika takdirku adalah ajal.Ingin aku berpisah denganmu dengan khasanahNya. Aku tak takut jika harus terpisah dari setiamu, namun aku takut jika harus berpisah dengan agamaNya.Bawalah aku pada lembar sahabat yang meninggalkanmu dengan syahidnya.Agar aku tahu bahwa berjuang bukan hanya menuntut hasil yang gemilang, karena dengan mati bersama syahid adalah puncak yang diidamkan.

Takdir....Aku selalu berusaha payah untuk mendugamu dengan kebaikan.Bukankah Baginda berjanji bahwa apa yang datang darimu pada hambaNya adalah berupa kebaikan. Sesengsara apapun kau tempa aku, bukankah itu yang terbaik bagiku? Karena penilaian hamba adalah hanya praduga dan prasangka semata.Sementara penilaianNya adalah berada di atas segalanya.Selama ini aku meminta sabar selalu di sampingku, maka aku harus menanggung resiko untuk ditempa terus-menerus.Supaya aku kebal dengan tempaan lantas sabar adalah kebiasaan.

Takdir....Seberapa dekat engkau denganNya, sampai kau begitu dipercayaiNya?Jika aku bisa merayumu, ingin ku intip selembar hari esok.Ingin kuhapus kesalahan di lembar kemaren sore. Meski sebait, begitulah berarti pada masa penghisaban kelak.Tapi mustahil bukan? Karena merayumu seperti menunda kematian, meski sedetik.

Takdir....Tak ada alasan untuk ingkar padamu.Tak ada penutup mata untuk memandangmu sebelah mata.Esok adalah milikmu, yang akupun buta olehnya. Kemaren adalah milikku yang hari ini adalah milikmu, yang aku telah tuli mendengarnya.Dan hari ini, kita masih saling rebut, agar lusa, aku mendengar hari ini sebagai kemarin yang merdu dan syahdu.
Takdir. Maukah berdamai denganku?

Selasa, 26 April 2016

IBUKU


Apabila aku bermimpi berjumpa dengan ibu
Akan kubawakan sebidang tanah penuh bunga
kuajak ia  berjalan dalam hamparan flamboyan,Lalu
Dari atas dahan kuperintahkan 1000 burung bernyanyi
tentang embun dan sinar mentari

Apabila ibu bersedih akan kuhibur ia sambil melihat lucunya kumbang Cumbui kembang di taman....
Lalu kubiarkan 1000 kupu kupu menari diatas rambutnya
Yang bermahkotakan pelangi

Semoga IBU damai di sourga Allah
ٱمِين....ياربّ العلمين

~ hans yanuar

Kamis, 14 Januari 2016

PONPES

Suatu hari,aku sedang bermain bersama teman temanku. Entah dimana aku berada,tempat itu terasa asing bagiku. Tapi,aku seperti mengenalinya.
Detik ke menit→menit ke jam←.
Dan tak terasa adzhan ashar pun berkumandang.
waktunya untuk pulang.
Kami semua berlarian, Menuju rumah masing masing.
Tapi, Aku bingung dimana rumahku berada. Ku cari kesana kemari.
Dan akhirnya akupun menemukan 1 rumah, Yang tidak asing bagiku.
( sepertinya ini rumahku,fikirku dlm hati ).

Aku melangkah menuju rumah itu, Dengan pintu sedikit terbuka. kupanggil ibu.

IBU....IBU....Ibu dimana???
Aku cari dalam rumah,tapi ibu tidak ada, Perasaan khawatir dan takutpun sudah merasuki pikiranku.

Aku coba panggil lagi, Ibu.....ibu.....ibu dimana ??
ibu tetap tak menjawab panggilanku. Lalu Aku pergi kebelakang rumah, Siapa tau ibu ada disana (fikirku) Namun ibu juga tidak ada.

Aku semakin khawatir, Dan takut kalau ibu meninggalkanku. akhirnya aku berlari keluar rumah utk mencari ibu. kucari ke rumah tetangga, mereka bilang tidak melihatnya. Sedihpun mulai datang,
aku kembali mencari lgi, Air mataku tiba tiba menetes, tanda apakah ini (fikirku).

Dan akhirnya aku memutuskan Untuk mencari ibu ke kampung sebrang. siapa tahu ibu ada di sana, Namun ibu tidak terlihat sama sekali. Air mataku semakin banyak yg berjatuhan, Hingga aku  tak bisa lagi membendung nya. Dan akhirnya akupun menangis.

Setelah ku cari kesana kemari, kulihat
Dari kejauhan ada sebuah dermaga. Aku berlari menuju dermaga itu. Dan tak lama akupun sampai di sebuah dermaga. Kebetulan, Di depanku ada seorang bapak2 yg berpakaian serba putih. Akupun memberanikan diri utk bertanya kepadanya.

Aku• pak, apa bapak melihat ibu saya?
bapak itupun langsung menjawab seolah dia sudah tau ibuku sprti apa.

Bapak• oh iya nak, bapak lihat tadi ibu mu masuk kedalam kapal itu.
Dengan hati gembira aku mengucapakan,
Aku• terimakasih banyak ya pak.
bapak itu menjawab• sama sama nak.

Aku pun langsung menuju kapal besar itu. kulihat banyak sekali orang di dalam kapal itu. Dengan pakaian serba putih. Dan sampailah aku di depan pintu masuk. niat hati ingin masuk dan mencari ibu di dalam sana. Terlihat 2 orang yang sedang berjaga di depan pintu masuk itu, sesampainya aku di depan penjaga pintu itu. Penjaga pintu itupun bertanya,
Mau kemana nak???
Akupun mnjwb• maaf pak saya mau cari ibu di dalam sana (jawabku). Waktu aku mau masuk akupun dihadang oleh penjaga pintu itu.
Aku berkata• Kenapa bapak meghalangi saya,tolong ijinkan saya masuk pak.
Penjaga pintu itupun menjawab• Maaf nak, kamu belum waktunya. Aku bingung, dan tidak faham apa yg dia katakan.

Aku pun bertanya kembali• Maksud bapak belum waktunya itu apa ?
Bapak itu menjawab kembali• Nanti kamu juga akan tau nak.
Aku semakin bingung. dan aku memaksa utk masuk ke kapal itu. Tapi aku tetap tak di izinkan, akhirnya di pegangnya lah tanganku dan memaksa menyuruhku utk pulang, akupun tdk bisa berbuat apa apa.

Aku memelas• Pak, saya mohon...tolong Ijinkan saya menemui ibu di dalam sana, Saya ingin mengajak ia pulang.
Penjaga itu malah berkata• Pulanglah nak, biarkan ibumu pergi bersama orang orang disana.

Dengan pikiran yg di penuhi kebingungan, Aku mulai sudah tidak bertenaga,aku lemasss.Tak lama suara kapalpun berbunyi, Tanda kapal akan berangkat. Aku kembali menangis, Bahkan semakin menjadi jadi.
hingga bibirku menjadi kelu. Dalam hati ku bertanya,
kenapa? kenapa ibu meninggalkan aku, kenapa?
mungkinkah ibu sudah tidak sayang lagi.

Sedih......sedih rasanya saat itu!!
Kapal pun mulai berangkat dan melaju pelan. Aku menatap kapal itu,dengan pandangan samar². Mungkin krna epek mataku yg di penuhi air mata. Tiba" di sebuah jendela kaca kapal itu, Ku lihat sosok wajah ibu. Aku melambaikan tangan sembari memanggilnya.
Ibu....ibu.....Jangan tinggalkan aku bu.
Aku tidak ingin kehilangan ibu.
Tapi, ibu hanya tersenyum dari kejauhan. Tanpa rasa sedih di raut wajahnya. Kapal pun melaju semakin jauh....Jauh......dan menjauh......
Semakin kecil......Kecil.......Dan akhirnya sudah tak terlihat lagi oleh mata. Aku menangis sendirian di dermaga itu. yg entah kenapa tadinya begitu ramai namun seketika saja menjadi sunyi dan sepi. yg ada hanya aku seorang. semuanya telah pergi!!
INI tentang MIMPIKU....@ponpes

Selang beberapa hari. Hari itu, hari Jum'at jam 7 pagi
Seperti biasa. aku melakukan activitasku di majelis ponpes. Tiba Tiba Adikku datang dan mengajakku untuk pulang. aku kaget ada apa fikirku? kulihat dia seperti sedang sedih.
Kutanya dia• ada apa dek? Kok tumben ngajak pulang? (perasaan gk enak pun muncul dlm hati)
Dengan bibir bergetar dia menjawab• Ibu kak, ibu.
Iya ibu kenapa coba tenang, bicara pelan2.

Adikku menjawab• Ibu ka
ibu meninggal tdi pagi. Akupun langsung lemas, sekujur badan bergetar seakan tak ada lgi tenaga saat itu. setelah mendengar kabar duka dari adikku.
Aku pun langsung meninggalkan pengajian, tak menghiraukan mereka (teman2ku) yg mencoba menenangkanku. Aku pamit  pulang, Di sepanjang jalan aku menangis kecil, namun banyak sekali air mata yg keluar,aku coba utk tdk menangis.seSampainya aku di depan rumah. kulihat banyak orang disana, mengelilingi rumahku. Akupun turun dari kendaraan. tak tau kenapa, tiba2 aku tidak bisa berdiri,kakiku lemas lemas sekali.
Sehingga adikkupun memapah ku menuju rumah. sampailah aku di depan pintu rumah, Aku merangkak sedikit demi sedikit untuk bisa menjangkau ibu.sampai lah aku di samping jasad ibu, kubuka balutan kain yg menutup wajahnya. kupandangi wajah ibu, akupun sudh tidk kuat menahan kesedihanku. dan akhirnya menangis. Perlahan ku dekatkan wajahku ke kening ibu, dan kukecup kening nya,sembari berkata.

IBU...INI ANAKMU DATANG BU...
maafkan aku ibu karna tdk bisa menemani hari hari ibu. dan aku mohon maaf bu,karna tidak bisa menjadi anak yg ibu harapkan, Semoga ibu damai disana.
اَمِين.... 

TAQDIR

Takdir...Bawalah aku pada lembah sunyi, yang jauh dari manusia.aku ingin jauh dari kata dengki, agar aku tak selalu mencemburu...